Monday, 15 October 2007

24 Wajah Billy adalah buku yang berisi kisah nyata William Stanley Milligan yang memiliki kepribadian majemuk. Buku ini dibuka dengan terungkapnya kasus perkosaan 3 orang wanita di Ohio State University. Berdasarkan kesaksian dari para korban akhirnya kepolisian setempat berhasil menangkap pelakunya yang bernama Billy Milligan. Dalam proses penyiapan persidangan dari para pengacaranya akhirnya terungkap bahwa Billy memiliki kepribadian majemuk dan beberapa dari kepribadian tersebut melakukan tindak kriminal tanpa diketahui oleh pribadi-pribadi lainnya. Dengan alasan inilah para pengacaranya berusaha membebaskan Billy dari segala tuduhan dengan dalih ketidakwarasan akibat kepribadian majemuk.

Dalam buku ini dikisahkan bagaimana pribadi Billy yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang buruk menjadi rapuh dan terpecah-pecah akibat menyaksikan ayah kandungnya bunuh diri dan mengalami pelecehan seksual dari ayah tirinya. Satu persatu pribadi terbentuk dan muncul sesuai keadaan yang dialami Billy:

- Billy, pribadi inti yang rapuh,
- Arthur sang pemimpin, pria Inggris yang selalu rasional,
- Ragen yang akan muncul jika Billy dalam keadaan bahaya,
- Allen yang manipulatif dan pandai bicara,
- Tommy, ahli melepaskan diri dari ikatan apapun,
- David, anak laki-laki berusia 8 th penanggung rasa nyeri,
- April, wanita dengan satu ambisi yang membunuh ayah tiri Billy,
- Adalana, wanita lesbian yang pemalu dan haus cinta,
- Philip si penjahat brutal,

Total kepribadian yang dimiliki Billy diketahui sebanyak 24 kepribadian! Kepribadian ini secara bergantian memasuki kehidupan Billy, awalnya kesemuanya diatur oleh pribadi Arthur yang menentukan siapa-siapa saja yang akan muncul, namun ada kalanya terjadi masa kacau-balau di mana pribadi-pribadi tersebut muncul di luar kendali Arthur dan mengacaukan kehidupan Billy.

Ketika Billy menjalani perawatan di Athens Mental Health Center lambat laun kepribadian Billy terfusi melebur menjadi satu pribadi utuh yang dinamai Sang Guru, yang memiliki nyaris segenap ingatan yang utuh tentang Billy.

Secara keseluruhan kisah ini sangat menarik untuk dinikmati, dari segi alur cerita yang dimulai dari terungkapnya kasus perkosaan cerita kembali ke masa-masa awal kehidupan Billy dan latar belakang keluarganya. Keyes menuliskannya dengan teliti dan tekun dengan menghabiskan dua tahun bersama Billy Miligan, dan telah mewawancarai keluarga, dan beberapa dokter dan petugas medis yang pernah merawat Billy.

Ada banyak peristiwa menarik yang dialami Billy dalam buku ini, sehingga membaca buku ini menjadi tak membosankan, banyaknya pribadi Billy yang muncul mengisi keseluruhan buku ini membuat kejutan untuk pembacanya. Buku ini layak dibaca karena menumbuhkan rasa empati kita bagi para penderita kepribadian majemuk, kita juga akan diberi wawasan baru mengenai kasus kepribadian majemuk, bahkan bukan tak mungkin buku ini pada akhirnya akan menjelaskan jauh lebih banyak akan apa yang terdapat dalam pribadi kita, tentang diri kita.

Bunuh dirimu... Bakar tubuhmu... Gantung dirimu. Dunia akan menjadi lebih baik tanpamu. Tidak ada yang baik padamu, tidak ada kebaikan sama sekali.

Suara-suara itu mulai mendatangi Ken ketika usianya empat belas tahun. Alih-alih berusaha mengaku bahwa putranya mengalami gangguan mental yang serius dan mencari perawatan yang tepat, orangtua Ken justru membiarkannya putus sekolah. Ken harus menghidupi diri sendiri, merantau ke New York, menjadi sasaran eksploitasi dunia pelacuran, menjalani kehidupan sebagai tunawisma, dan akhirnya, menjadi penghuni bangsal rumah sakit jiwa. Selama tiga puluh dua tahun, suara-suara skizofrenik itu terus-menerus mengganggu Ken. Apa yang kemudian membuat Ken mampu menaklukkan skizofrenia yang dideritanya? Bagaimana dia lolos dari gangguan mental yang hampir merenggut jiwanya? Mereka Bilang Aku Gila merupakan catatan tentang kehidupan para penderita skizofrenia - mereka yang sering dicap sebagai "gila"- dari sudut pandang orang dalam Menyajikan pandangan brilian mengenai sebuah kehidupan yang kelam, yang mengusik pikiran, kisah yang mengubah cara pandang kita terhadap penderita mental

Ken Steele bekerja pada penerbit New York City Voices: A Consumer Joural for Mental Health Advocacy. Dia juga penyunting untuk The Reporter, berita berkala bulanan dari Aliansi Nasional untuk Penyakit Mental/cabang NCY-Metro dan juru bicara bagi Asosiasi Kesehatan Mental Nasional "Partners in Care". Ken meninggal di rumahnya pada 2000 karena serangan jantung, dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-52. Claire Berman adaah penulis yang telah menerbitkan beberapa buku mengenai hubungan keluarga, termasuk Caring for Yourself While Caring for Your Aging Parents (1996) dan Making It as a Stepparent (1986). Dia tinggal di New York City.

Download

Untuk pertama kalinya, kisah yang menyingkap kehidupan seorang penderita kepribadian ganda diceritakan oleh psikiater yang merawatnya. Buku ini adalah kisah mengesankan tentang seorang wanita muda yang terjerumus dalam kegelapan tak terbayangkan. Untuk bertahan hidup, dia menciptakan tujuh belas versi lain dari dirinya.

Pada 1989, seorang wanita bernama Karen Overhill menemui psikiater Richard Baer dengan keluhan depresi, kerap kehilangan ingatan, dan memiliki kecenderungan bunuh diri. Setelah berbulan-bulan merawat Karen, Dokter Baer mendapat surat dari seorang gadis cilik bernama Claire yang ternyata adalah sosok lain dari diri Karen. Sejak itu, satu per satu dari ketujuh belas sosok lain Karen menampakkan diri kepada Dokter Baer. Perempuan, laki-laki, anak-anak—semua sosok itu berkumpul di dalam tubuh Karen, silih berganti muncul dengan karakter berlainan.

Apakah yang sesungguhnya terjadi pada Karen sehingga kepribadiannya terbelah? Kekerasan masa kecil seperti apakah yang menjadi akar penyakitnya? Melalui terapi selama delapan belas tahun, Dokter Baer berusaha menyingkap seluruh misteri yang menghantui Karen dan membebaskannya dari trauma masa lalu yang membelenggunya.

Download

Labels: , ,