Sunday, 18 October 2009

Aku benar-benar tidak berpikir bahwa satu diantara mereka sedang membaca blog ini lagi, tapi karena kau, aku akan menulis lagi.

Aku ingin mencoba menjelaskan sesuatu tentang masalah-masalah otak saya dengan cara yang dapat dipahami oleh kebanyakan orang diluar sana (meskipun saya pikir sebagian besar dari mereka mungkin lebih cerdas daripada orang rata-rata), karena aku telah tidak pernah mampu melakukan hal itu, untuk menjelaskan hal itu, bahkan untuk keluargaku atau kedua psikiaterku atau siapa pun yang berada di luar lingkaran duniaku.

Karena keterbatasan waktu, apa yang saya akan tulis disini adalah email yang saya terima dari teman-teman seperjuanganku dalam melawan ‘schizophrenia’ tahun kemarin, karena aku ingin menguji kemampuan saya untuk menulis deskripsi serta melihat apa yang sebenarnya terjadi. Dikarenakan kebanyakan orang-orang diluar duniaku tidak pernah memberi jawaban atau solusi yang terbaik (bagiku ), jadi aku akan mencoba menulis sesuai dengan apa yang aku pikirkan saat ini.

Jadi di sini adalah suatu usaha pada deskripsi singkat tentang apa yang halusinasi dan delusi pikiran seorang yang 9 tahun lalu diagnosis sebagai seorang Schizophrenic dan telah menghabiskan 27 dalam hidupnya bersama ‘mereka’ yang ada dalam pikiranku :

Pada saat aku sedang menonton acara di televisi, aku mendengar mereka mengomentari perbincangan dalam film tersebut lebih sering kepada tokoh yang teraniaya atau tokoh yang bertingkah bodoh. Biasanya mereka amat senang dengan keadaan seperti itu.

Pada saat mereka sudah mendominasi aku, rasa takut akan kejadian yang akan benar-benar terjadi pada diriku (biasanya terlihat dalam raut wajahku). Tak jarang kondisi seperti ini dapat menghantarkan halusinasiku menjadi nyata. Seandainya anda ingin mengerti apa yang aku rasakan saat itu, coba bayangkan pada saat yang sama Anda melihat sesuatu yang benar-benar aneh dan memang benar-benar ada, Anda melihat bahwa mereka tidak menabrak barang atau apapun dalam ruangan itu dan berteriak-teriak.

Kemudian Anda berkata kepada seseorang :

“Apakah kalian mendengar sesuatu ?”

“Tidak”

“Bagaimana dengan anak kecil disudut sana ?” sambil aku menunjuk di pojok ruangan tempat kami menonton.

“Tidak”

Dan anda mencoba untuk menunjukkan itu dan berharap orang lain juga melihat dan mendengar apa yang anda rasakan karena anda jelas-jelas menatap langsung pada obyek yang ada di sana dan sangat jelas mendengar teriakan-teriakan mereka, dan Anda hanya ingin memastikan bahwa Anda tidak gila dan berhalusinasi…. Tapi orang lain tidak melihatnya.

Anda masih melihatnya. Kemudian Anda melihat sesuatu yang bahkan lebih aneh lagi.

Pada sisi lain Anda yakin sesuatu yang supernatural sedang terjadi. Anda yakin, walaupun Anda tidak pernah memberi tahu siapa pun ini, bahwa Anda sedang menuju pada keadaan yang sangat mengerikan dimana anda ingin seperti orang normal lainnya.

Kemudian Anda mulai berpikir.

Ini semua hanya halusinasi tidak nyata segala upaya telah anda lakukan dari memejamkan mata, menutup telinga anda bahkan bersembunyi dalam kamar layaknya seorang anak kecil. Namum Anda masih mendengar mereka setiap hari dalam hidup Anda. (Bayangkan sekarang betapa sulitnya untuk tersenyum dan terus percakapan dengan orang-orang setelah Anda mendengar mereka yang terus bicara kepada Anda dan Anda harus pura-pura tidak mendengarnya).

Anda melihat sekeliling Anda dan tampaknya tidak ada yang melihat dan mendengar mereka. Tapi anda mengharapkan orang lain melihat dan mendengar juga namun …. tetap mereka tidak melihatnya.

Mereka mengatakan Anda sepertinya membutuhkan lebih banyak obat-obatan. Mereka tidak ingin berada di dekat Anda sekarang. Mereka sedikit takut dan merasa aneh dengan Anda sekarang. Mereka ingin mengirim Anda ke rumah sakit sekarang. Mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan kepada Anda, dan Anda baru saja diberi label sebagai orang yang mengidap Schizophrenia, dan anda kembali lagi untuk menutupi lagi dengan tertawa ataupun tersenyum. Anda berkata, Eh..sorry aku cuma bercanda, aku tahu tak ada yang mendengar. Sementara itu, Anda masih dalam posisi anda, dan itu sebagai sesuatu yang nyata bagi Anda. Tetapi Anda tahu bahwa tak ada lagi yang ingin mengatakan itu nyata, dan mereka ingin kau menutupinya juga, karena ada alasan rahasia mengapa mereka berpura-pura itu tidak ada.

Semua seakan diputar-putar mana duniamu yang sebenarnya, kau tahu itu mungkin tidak akan ada sama sekali. Pada puncak-puncaknya Anda tidak benar-benar merasa seperti hidup lagi.

Anda ingin pergi. Anda ingin pergi bersembunyi di tempat tidur Anda di bawah selimut dan memikirkan cara-cara untuk mati. Anda tidak benar-benar ingin mati sepanjang waktu, tapi ingin mati pada saat Anda mendengar sesuatu yang tidak pernah ada sebenarnya tapi anda tidak dapat membungkamnya bahkan dengan menutup telinga Anda sekalipun.

Lalu anda pergi, menempatkan senyum palsu Anda kembali, menempelkannya pada wajah Anda.

Apa yang harus dilakukan sekarang? Anda tidak akan benar-benar membayangkan apa-apa, namun itu semua ada tapi orang-orang hanya berpura-pura tidak, dan benar-benar Anda tahu yang sebenarnya.

Ini mungkin saat yang terbaik untuk menjadi yang jauh lebih baik lagi, tapi ini bukan cara untuk menjalani sisa hidup Anda. Seseorang yang divonis dengan label Schizophrenia oleh seorang psikiater akan sering ingin mengakhiri salah satu dari kedua dunianya ketika mereka tahu bahwa mereka sakit dan mereka terlalu gila untuk semua ini.


Friday, 16 October 2009


Monday, 12 October 2009

Sejak kecil aku selalu sering menyendiri dan terkadang berbicara sendiri tanpa pernah mau mengerti dengan siapa sebenarnya aku bicara. Saat aku duduk sendiri, aku merasa tidak sendiri dan aku merasa itu jauh lebih baik dimana aku mendapatkan ketenangan dalam pikiranku.

Aku pikir melamun itu sudah menjadi kodrat seorang manusia, tak satupun manusia yang terlahir dibumi ini yang tidak pernah merasakan apa itu M.E.L.A.M.U.N. Apakah itu melamunkan suatu kejadian yang telah berlangsung,masalah pribadi, masalah pekerjaan, masalah keluarga, masalah politik, masalah nasib, masalah ekonomi dsb. Bisa melamunkan hal-hal positif dan bisa juga negative. Tentunya fokus dan bobot yang dilamunkan oleh setiap orang akan berbeda sesuai dengan status sosialnya. Ada kecenderungan semakin banyak masalah yang dihadapi seseorang semakin banyak melamun. Kalau sudah begitu dengan lamunannya,seseorang terkadang tidak sadar ada orang lain yang menegurnya. Semacam sementara waktu kehilangan kendali akan keadaan dirinya.

Mmmmmm... rasanya kita mulai akan masuk dalam topik kita yang utama.
Apakah melamun itu perbuatan negatif? Ya bisa jadi seperti itu kalau melamun dipandang sebagai pekerjaan yang sia-sia atau perilaku malas. Padahal dalam prakteknya kebanyakan tidak seperti itu. Melamun merupakan salah satu caraku untuk memotivasi diriku, entah dengan membayangkan sesuatu yang negatif ataupun membayangkan bahwa segala sesuatu itu mudah sebenarnya. Tapi untuk melakukan itu aku butuh seorang figur atau sosok orang yang aku anggap memiliki kompetensi dalam memerankan lamunanku itu.

Seorang peneliti menghasilkan temuan mutakhir diawali dari melamun atau menghayal. Seorang dosen mampu membuat buku-buku ilmiah juga didasarkan pada lamunannya. Seorang pebisnis menemukan suatu komoditi yang layak pasar ketika dia selesai melamun tentang ekspansi bisnis masa depan. Seperti yang dikutip dari hasil studi Kalina Christoff ( KetuaTim Penelitian ) ahli psikologi dari University of British Columbia (UBC) menunjukkan otak akan bekerja aktif pada saat seseorang melamun bahkan lebih aktif dibandingkan pada saat kita fokus mengerjakan pekerjaan rutin. Selanjutnya dia mengungkapkan, pada saat proses melamun, kita tidak serta merta dapat segera mencapai apa yang kita inginkan. Namun pikiran kita akan memanfaatkan saat itu untuk menyampaikan pertanyaan terpenting dalam hidup kita.

Keburukan dalam hidupku bermula dari kebiasaanku sejak kecil yaitu aku tak pernah terlepas dengan masalah yang satu ini, melamun sudah kuanggap semacam mimpi/cita-cita yang lalu dibahas dalam suatu 'R.A.P.A.T' keluarga dengan tokoh-tokoh yang aku ciptakan sendiri dalam pikiranku. Disitu tak jarang akan tersusun langkah-langkah perencanaan pencapaian tujuanku baik itu sebuah perencanaan yang licik maupun perencanaan strategis dan operasional yang matang. Mereka kubiarkan dengan bebas saling ber-argumen dalam pikiranku dan aku hanya butuh waktu untuk melamun agar dapat memperhatikan masing-masing peran yang dimainkan oleh semua tokoh-tokoh ciptaanku sendiri. Dan pada akhirnya..... mulailah aku bergerak untuk memenuhi lamunan itu.

Aku pernah membaca sebuah artikel bagus di internet, yang kurang lebih sebagai berikut :

Dalam melamun kita bisa membentuk hal-hal yang tak masuk di akal, konyol, bodoh atau mungkin lebih kepada sesuatu yang orang lain menganggapnya sesuatu yang “G.I.L.A”. Akan tetapi dalam prosesnya, sebuah lamunan atau gagasan aneh itu dapat diolah dan bisa berubah / dapat dirubah menjadi sesuatu yang orang lain justru akan menjadi kagum dan menjadi sesuatu hasil yang tak terduga nilainya.

Lalu lamunan semacam apa yang bisa menghasilkan hal-hal semacam itu ??

Pernapasan.... ya aku ingat kata-kata yang sering masuk dalam telingaku saat emosionalku tidak dapat aku kendalikan, orang-orang sekitarku akan berkata "Sabar.. sabar... ambil nafas panjang.... bla..bla..bla.." dan herannya aku selalu menuruti jika ada yang bicara seperti itu tapi konyolnya aku tidak pernah memperlihatkan sikap penerimaan walaupun jujur aku telah melakukannya... dasar egois kau !!!.

Ok. dari pengalaman diatas jelas terlihat bahwa kita akan menjadi jauh lebih stabil jika kita dalam keadaan rileks atau tenang. Jadi bisa dikatakan Syaratnya adalah harus dilakukan dalam kondisi rileks. Dengan kata lain gagasan cemerlang tidak mungkin diperoleh ketika suasana hati sedang tegang. Mengapa? Karena ketegangan akan menimbulkan kondisi otak tidak dalam keadaan nyaman dan gagal bekerja secara optimum untuk menghasilkan ide-ide cemerlang dan orisinil. Karena itu banyak hal yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang baru dengan cara melamun dalam suasana santai. Entah ketika masa vakum dari pekerjaan, berlibur, menjelang tidur, dan bahkan di kamar mandi.

Lalu pertanyaanku, bagaimana jika kita sering meng-create tokoh-tokoh yang kesemuanya memiliki karakter yang kuat dan kita sendiri tidak pernah membuang karakter itu jika sudah selesai menuntaskan lamunan atau mimpi dan cita-cita kita selama ini, serta apa peran selanjutnya dari tokoh-tokoh ciptaan kita itu yang tetap hidup dalam pikiran kita ?? dan apa yang dilakukannya sehari-hari jika mereka semua tetap dihidupkan dalam pikirannya selama bertahun-tahun. Apapun yang terjadi nanti, tetap hanya L.A.M.U.N.A.N pula yang dapat menuntaskan ini semua.



Labels: ,